21 Juli, 2011

Penanganan penderita diabetes saat sakit


Ketika para diabetesein terserang penyakit, kadar glukosa pada darahnya akan meningkat dari biasanya sekalipun ia tidak makan. Hal tersebut disebabkan karena efektifitas hormon insulin berkurang ketika tubuh dalam kondisi sakit. Sedangkan hati menghasilkan glukosa sekalipun tidak makan.

Hormon insulin berperan penting dalam terjadinya proses perpindahan glukosa dari darah ke dalam sel tubuh . Di dalam sel tubuh glukosa kemudian dimetabolismekan sehingga menghasilkan kalori (energi).

Menurunnya efektifitas hormon insulin mengakibatkan menurun pula kadar glukosa yang masuk ke dalam sel. Akibatnya sel tubuh kekurangan glukosa dan berusaha mendapatkan kalori dari pemecahan lemak. Pemecahan lemak akan menghasilkan benda keton yang dapat mengakibatkan terjadinya ketoasidosis.

Hormon-hormon yang diproduksi tubuh saat sakit selain membantu mengatasi penyakit (stres fisik) juga memiliki efek samping meningkatkan kadar glukosa pada darah. Stres emosional dan pembedahan juga mempengaruhi kadar glukosa darah.

Oleh karena itu, ketika diabetesein mudah kehilangan kontrol glukosa darah sehingga membutuhkan perawatan khusus.

Yang Harus Dilakukan Ketika Diabetesein Sedang Sakit :

  1. Periksa glukosa pada darah lebih sering dari biasanya, jika perlu lakukan setiap 4 jam sekali.
  2. Lakukan pemeriksaan keton urin, khususnya jika glukosa darah lebih dari 240 mg/dL.
  3. Gunakan insulin / obat hipoglikemik oral sesuai dengan program selama sakit sekalipun diabetesein tidak makan. Penting untuk diingat, waktu, dosis, dan reaksi obat. Hasil catatan akan sangat bermanfaat untuk keperluan penanganan medis lanjutan.
  4. Segera ke dokter untuk mengobati penyakit.
  5. Jika memungkinkan tetap makan teratur.
  6. Bila terjadi gejala mual dan muntah, cobalah untuk mengonsumsi makanan yang lunak atau cair dalam porsi kecil tetapi sering namun jumlah kalori totalnya sama seperti biasa. Cobalah minum 400cc cairan tiap 1 jam misalnya the, jus buah, atau minuman soda diet.
  7. Minum banyak cairan bebas kafein tiap jam untuk mencegah kekurangan cairan tubuh (dehidrasi). Minum sedikit demi sedikit secara perlahan akan membantu jika terdapat rasa sakit pada bagian lambung (ulu hati).
  8. Periksa suhu tubuh 4 kali sehari bila tubuh lebih terasa hangat dari biasanya (demam).
  9. Istirahat dan jangan melakukan aktifitas olahraga selama sakit.
  10. Simpan daftar nomer telepon untuk menghubungi dokter, perawat, rumah sakit, dan ambulans.
  11. Cari pertolongan medis jika penyakit tidak bisa diatasi atau bertambah parah.

Wajib menghubungi Tenaga Kesehatan, jika :

  1. Tidak dapat makan sesuai perencanaan makan yang teratur selasma lebih dari 8 jam.
  2. Hasil pemeriksaan glukosa darah di atas 250 mg/dL selama 2 hari berturut-turut.
  3. Kadar glukosa darah turun di bawah 70 g/dL lebih dari 1 kali selama sakit dan ada gejala hipoglikemia kadar glukosa pada darah di bawah normal.
  4. Muntah dengan interval 2 kali atau lebih dalam 4 jam, atau diare terus menerus.
  5. Sakit perut yang tiba-tiba.
  6. Pada diabetesein Diabetes Melitus tipe 1 ditemukan kadar keton urin cukup besar.
  7. Kesulitan bernafas atau sesak nafas. Yang merupakan salah satu gejala yang menunjukkan terlalu banyak keton di dalam darah.
  8. Mengalami gejala infeksi lebih dari 2 hari : demam (390C) yang diiringi sakit kepala serta menggigil.
  9. Mulai bersugesti untuk merubah dosis suntikan hormon insulin selama sakit.

Informasikan kepada petugas Kesehatan mengenai :

  1. Lama sakit dan lama tidak makan dari yang seperti biasanya.
  2. Kapan dan berapa dosis suntikan hormon insulin atau obat hipoglikemik oral yang terakhir diberikan.
  3. Kadar glukosa pada darah 24 jam terakhir.
  4. Hasil pemeriksaan keton urin.
  5. Kondisi Suhu Tubuh.
  6. Frekuensi diare dan muntah.
  7. Makanan dan minuman yang dikonsumsi ketika sakit.
  8. Obat yang digunakan untuk mengatasi sakit.

Obat-obat yang Boleh Digunakan Saat Sakit

Hindari obat-obat yang memiliki efek samping meningkatkan atau menurunkan kadar glukosa pada darah. Hubungi dokter sebelumnya untuk menggunakan obat-obatan tersebut.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar