09 Desember, 2010

Pertolongan Pertama pada Serangan Jantung

Serangan jantung terjadi ketika pembuluh darah arteri yang menyalurkan oksigen ke otot jantung terhalang. Serangan jantung umumnya menyebabkan nyeri dada tidak lebih dari 15 menit. Namun, serangan jantung tidak memiliki gejala atau tanda. Serangan jantung berupa nyeri dada yang dipicu oleh kegiatan yang melelahkan dan hilang dengan istirahat.


Serangan jantung dapat berupa :

  • Tekanan tidak nyaman, sakit yang menekan bagian tengah dada selama beberapa menit.
  • Sakitnya menyebar sampai ke pundak, leher, atau lengan.
  • Kepala ringan, pingsan, berkeringat.



Bila anda atau orang lain mengalami serangan jantung :

  • Hubungi gawat darurat. Jangan biarkan gejala serangan jantung lebih dari 5 menit. Jika anda tidak memiliki akses ke nomor gawat darurat, mintalah teman atau tetangga anda membawa anda ke rumah sakit terdekat.
  • Minumlah nitrogliserin, bila diresepkan dokter. Bila anda mengalami serangan jantung dan dokter anda pernah meresepkan nitrogliserin sebelumnya, minumlah sesuai anjuran. Jangan mengambil nitrogliserin orang lain.
  • Mulailah pernapasan buatan (CPR=cardiopulmonary resuscitation). Bila orang yang diduga mengalami serangan jantung pingsan, tenaga medis dapat menyarankan anda memulai CPR. Bahkan untuk orang yang tidak terlatih, tenaga medis dapat memberikan instruksi sampai bantuan datang.

Setiap orang seharusnya mengetahui pertolongan pertama karena jika jantung berhenti berdenyut maka otaknya tidak akan selamat lebih dari 3 atau 4 menit tanpa oksigen dan seringnya tidak cukup waktu sampai ambulans datang. Pelatihan pertolongan pertama merupakan gabungan pengetahuan umum, percaya diri dan logika karena tidak sulit ataupun menghabiskan waktu untuk mempelajarinya.


Cardiopulmonary resuscitation (CPR)

Cardiopulmonary resuscitation (CPR) adalah teknik penyelamatan hidup yang berguna dalam berbagai kasus gawat, baik serangan jantung maupun hampir tenggelam, dimana seseorang berhenti bernapas atau detak jantung berhenti. CPR meliputi kombinasi pertolongan pernapasan mulut ke mulut dan penekanan pada dada untuk menjaga agar darah yang mengandung oksigen mengalir ke otak dan organ penting lainnya sampai penanganan medis lebih lanjut dapat memulihkan denyut jantung normal.

Ketika jantung berhenti, absennya darah yang mengandung oksigen dapat menyebabkan kerusakan otak yang tidak dapat dipulihkan hanya dalam beberapa menit. Kematian akan terjadi dalam 8-10 menit. Waktu menjadi sangat penting ketika anda menolong orang pingsan yang tidak bernapas.
Untuk mempelajari CPR dengan baik, ambil kursus pertolongan pertama yang terakreditasi meliputi CPR dan bagaimana menggunakan automated external defibrillator (AED).

Pelajari situasi sebelum memulai CPR :

    1. Apakah pasien tersebut sadar atau tidak sadar?
    2. Bila pasien tidak sadar, tepuk atau goncang pundaknya dan bertanya dengan keras, “Anda baik-baik saja?”
    3. Bila pasien tidak memberi jawaban, hubungi bagian gawat darurat (118 atau 119 untuk ambulans) atau minta orang lain yang melakukannya.
    4. Tapi, bila anda sendirian dan korban adalah bayi atau anak berumur 1 sampai 8 bulan yang memerlukan CPR, berikan CPR selama 2 menit sebelum mencari bantuan. Ingatlah ABC:Airway, Breathing and Circulation untuk mengingat langkah-langkah yang dijelaskan di bawah ini.


AIRWAY: Bukalah jalan udara

  1. Letakkan pasien secara terlentang pada tempat yang kokoh.
  2. Berlututlah di dekat pipi dan bahu pasien
  3. Bukalah jalan udara pasien dengan memiringkan kepala ke belakang-mengangkat dagu. Letakkan telapak tangan anda pada dahi pasien dan dengan halus dorong ke bawah. Lalu tangan satunya gerakkan dagu ke depan untuk membuka jalan udara.
  4. Periksa napas normal, dalam waktu tidak lebih dari 10 detik: perhatikan gerakan dada, dengarkan bunyi napas, dan rasakan napas pasien di pipi dan telinga anda. Jangan mengira bahwa hembusan napas pasien berupa napas normal. Bila pasien tidak bernapas secara normal atau anda tidak yakin, mulailah pernapasan mulut ke mulut.

BREATHING: Bernapaslah ke pasien


Pernapasan penyelamatan dapat berupa pernapasan mulut ke mulut atau mulut ke hidung bila mulut terluka serius atau mulut tidak bisa dibuka.

  1. Dengan jalan udara terbuka (memiringkan kepala ke belakang-mengangkat dagu), jepit hidung pasien untuk pernapasan mulut ke mulut lalu tutupi mulut pasien dengan mulut anda.
  2. Siapkan diri anda untuk memberikan 2 napas. Berikan napas pertama (tahan selama 1 detik) lalu perhatikan apakah dada naik, Jika tidak naik maka berikan napas kedua. Jika dada tidak naik, ulangi memiringkan kepala ke belakang-mengangkat dagu, lalu berikan pernapasan kedua.
  3. Mulailah menekan dada- lihat "CIRCULATION" di bawah.

CIRCULATION: Memulihkan sirkulasi darah

  1. Letakkan bagian dalam salah satu tangan anda di atas bagian tengah dada pasien. Taruhlah tangan lainnya di atas tangan yang pertama. Jaga siku anda lurus dan posisi bahu anda tepat di atas tangan anda.
  2. Gunakan berat badan bagian atas (tidak hanya lengan anda) ketika anda mendorong ke bawah (menekan) dada 4 –5,5 cm. Dorong kuat dan cepat-berikan dua tekanan tiap detik atau sekitar 100 tekanan tiap menit
  3. Setelah 30 tekanan, miringkan kepala ke belakang-angkat dagu untuk membuka jalan udara. Bersiaplah untuk memberikan 2 pernapasan penyelamat. Jepit ujung hidung dan berikan napas ke mulut pasien selama 1 detik. Jika dada naik berikan napas kedua. Jika tidak naik, ulangi memiringkan kepala ke belakang-mengangkat dagu dan berikan napas kedua. Itu satu siklus. Jika ada orang lain selain anda, minta orang tersebut berikan dua napas setelah anda melakukan 30 tekanan.
  4. Jika pasien tidak bergerak setelah 5 siklus (sekitar 2 menit) dan sebuah automated external defibrillator (AED) tersedia, bukalah kotak dan ikuti petunjuknya. Jika anda tidak terlatih menggunakan AED, petugas gawat darurat bisa membimbing anda dalam menggunakannya. Staf terlatih pada banyak tempat umum juga banyak tersedia. Gunakan bantal anak-anak untuk anak-anak usia 1 sampai 8 tahun. Jika tidak ada gunakan bantal dewasa. Jangan gunakan AED untuk bayi yang lebih muda dari 1 tahun. Jika AED tidak tersedia ikuti langkah no.5.
  5. Ulangi CPR sampai ada tanda pergerakan atau sampai personil medis gawat darurat mengambil alih.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar